• h1
  • h2

Selamat Datang di Website SDN 19 DAUH PURI. Terima Kasih Kunjungannya

Pencarian

Kontak Kami


SD Negeri 19 DAUH PURI

NPSN : 50103071

Kota Denpasar


[email protected]

TLP : 03618422406


          

Banner

Jajak Pendapat

Bagaimana pendapat anda mengenai web sekolah kami ?
Sangat bagus
Bagus
Kurang Bagus
  Lihat

Statistik


Total Hits : 36713
Pengunjung : 14195
Hari ini : 12
Hits hari ini : 60
Member Online : 0
IP : 216.73.216.214
Proxy : -
Browser : Gecko Mozilla

Status Member

PENERAPAN PROGRAM BIKOM-BE PLUS DALAM KEGIATAN P5 KEWIRAUSAHAAN UNTUK MEWUJUDKAN SISWA SDN




  1. Latar Belakang

 

Perkembangan  zaman ke arah era digital semakin nyata dalam keseharian kita. Semua dimudahkan dengan teknologi, mulai dari pemenuhan kebutuhan pokok hingga gaya hidup manusia. Tak dapat kita pungkiri teknologi sangat membantu kemajuan  taraf hidup manusia. Kita mulai terbiasa dan terlena dalam kenyamanan yang disajikan. Dan kita mulai melupakan dan menutup mata atas akibat dari segala kemudahan yang kita nikmati, misalnya mulai berperilaku konsumerisme, hedonisme, dan tidak peduli pada keseimbangan ekosistem alam hanya demi  memenuhi keinginan kita.

 

Kondisi ini apabila tidak segera diatasi akan menimbulkan bencana di masa depan bagi kita. Generasi muda wajib dibekali pemahaman yang baik mengenai pemanfaatan teknologi dengan bijaksana dan bertanggung jawab. Banyak permasalahan yang telah ditimbulkan oleh teknologi saat ini, salah satunya adalah sampah. Berbicara masalah sampah, tentu bukan rahasia umum bahwa hal ini selalu menjadi berita utama di berbagai media.

 Pengahasil sampah terbesar di dunia adalah manusia. Segala kegiatan manusia akan menimbulkan sampah, mulai dari sisa makanan, kemasan - kemasan, pakaian bekas, bahkan alat – alat yang digunakan manusia pun menimbulkan sampah berupa jejek karbon yang akan mencemari lingkungan.

Permasalahan ini harus disikapi dengan bijaksana dan kreatif agar dapat menciptakan cara mengurangi sekaligus mencegah terjadinya timbulan sampah baru. Sekolah merupakan lembaga yang paling tepat untuk mengedukasi generasi muda memperoleh pemahaman tentang bahaya sampah sejak dini. Oleh sebab itu, penulis selaku pendidik di SD Negeri 19 Dauh Puri dibimbing oleh tim Bali Wastu Lestari sebagai mitra Kemendikbudristek dalam Program Organisasi Penggerak, mencoba menuangkan pemikiran sederhana dengan program BiKom-BE Plus yang diintegrasikan dengan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) untuk menumbuhkan pemahaman siswa atas pentingnya rasa peduli dan tanggung jawab kepada lingkungannya sesuai kearifan lokal Tri Hita Karana sehingga siswa dapat menerapkan ekonomi sirkular sekaligus meningkatkan literasi, numerasi dan karakter.

Kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan kreativitas siswa melalui P5 serta mengatasi masalah sampah dari sumbernya baik di sekolah maupun di rumah, sehingga berdampak positif bagi keasriaan lingkungan.

 

  1. Pembahasan

 

Berdasarkan latar belakang tersebut, maka SD Negeri 19 Dauh Puri menyusun Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P 5) dengan Tema Kewirausahaan dengan pelaksanaan program BiKom-BE Plus sekaligus mengenalkan ekonomi sirkular serta memberikan solusi bagi siswa untuk dapat mengatasi dan mengelola sampah yang dihasilkannya di sekolah maupun di rumah sesui ajaran Tri Hita Karana.

  1. Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di SD Negeri 19 Dauh Puri

Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila ( P5 ) merupakan salah satu inovasi pembelajaran dalam kurikulum merdeka yang bertujuan untuk memberikan siswa pengalaman nyata dalam mewujudkan nilai – nilai luhur Pancasila melalui serangkaian aktivitas projek pembelajaran baik di dalam maupun di luar kelas. Pada semester ini, tema yang akan diterapkan di SD Negeri 19 Dauh Puri adalah Kewirausahaan.

Pelaksanaannya akan berfokus pada pemanfaatan program BiKom-BE Plus untuk menerapkan sirkular ekonomi dalam mengatasi permasalahan sampah di lingkungan sekolah dan di rumah.

 

  1. Tri Hita Karana

Tri Hita Karana merupakan konsep kearifan lokal di Bali yang berarti tiga penyebab kebahagiaan yang menitik beratkan hubungan yang harmonis antara manusia dengan sesama, manusia dengan Tuhan, serta manusia dengan lingkungannya. Hal ini yang mendasari pemikiran bahwa keberlangsungan hidup manusia tergantung pada cara kita merawat, menjaga dan melestarikan alam itu sendiri sebagai wujud rasa syukur dan bakti terhadap karunia Tuhan.

 

  1. Ekonomi Sirkular

Ekonomi sirkular adalah alternatif dari ekonomi linier / tradisional ( membuat, menggunakan, membuang ) di mana melalui ekonomi sirkular kita menjaga sumber daya tetap digunakan selama mungkin, mengekstraksi nilai maksimum darinya saat digunakan, kemudian memulihkan dan meregenerasi produk dan material pada tingkat akhir setiap umur layanan. Dengan ekonomi sirkular ini diharapkan dapat mengurangi sampah, meningkatkan produktivitas, mencegah kelangkaan sumber daya, serta mengurangi dampak lingkungan.

 

  1. Program BiKom-BE Plus di SD Negeri 19 Dauh Puri

SDN 19 Dauh Puri merupakan lembaga pendidikan yang salah satu visinya adalah cinta lingkungan. Hal ini sejalan dengan tujuan dari kegiatan POP Kemendikbudristek melalui pelatihan dan pendampingan lapangan pada guru – guru, sehingga dapat memberikan solusi nyata untuk mengatasi permasalahan sampah langsung dari sumbernya.

Pada tahun pertama pelatihan dari Bali Wastu Lestari, di tahun 2022 SDN 19 Dauh Puri telah melaksanakan program BiKom-BE, yaitu pemanfaatan Biopori, Kompster, Bank Sampah dan Ekoenzim untuk mewujudkan sekolah zero waste. Namun, pada tahun ke dua ini, kami menyempurnakan program itu dengan tambahan Plus.

Plus yang dimaksud adalah memperluas ruang lingkup permasalahan sampah yang akan dikelola, yaitu sampah yang dihasilkan rumah tangga berupa minyak jelantah.

 

  1. Pihak yang terlibat

 

Pelaksanaan kegiatan ini merupakan kolaborasi dari seluruh anggota SDN 19 Dauh Puri, mulai dari Kepala Sekolah, Guru, Siswa, Komite serta masyarakat di sekitar sekolah. Dari awal pelaksanaan, program ini memperoleh respon positif dari semua pihak karena manfaat yang dirasakan secara nyata. Sekolah makin asri dengan berbagai tanaman yang dirawat oleh siswa, begitu juga kesadaran siswa akan kebersihan makin meningkat.

Pelaksanaan kegiatan ini semakin efektif karena bersinergi dengan mahasiswa dari program Kampus Merdeka yang saat ini ditugaskan di SDN 19 Dauh Puri.

 

  1. Pelaksanaan Kegiatan P5 dengan penerapan Program BiKom-BE Plus di SD Negeri 19 Dauh Puri
  2. Tahap perencanaan

Dalam tahap ini Kepala Sekolah, Guru, Komite beserta perwakilan Paguyuban melakukan rapat koordinasi dan sosialisasi program. Dalam rapat dibahas tujuan, manfaat, pelaksanaan, serta rencana anggaran yang diperlukan untuk mendukung kegiatan ini.

Kepala sekolah juga membuat surat keputusan mengenai tim pelaksana kegiatan. Hasil rapat ini disebarkan melalui whats app grup paguyuban, komite dan grup sekolah agar diketahui oleh seluruh warga sekolah.

  1. Tahap pelaksanaan

Tiga guru koordinator yang ditugaskan, menyusun daftar nama siswa yang menjadi kader di masing – masing bidang, yakni komposter, ekoenzim, biopori, bank sampah, dan pengumpulan minyak jelantah.

  1. Biopori

Kader yang membidangi biopori bertugas untuk memantau siswa – siswa yang memasukkan sampah kedalamnya, dan setelah layak panen, mereka akan mengumpulkan pupuk yang dihasilkan dari biopori. Pupuk tersebut  digunakan pada tumbuhan di kebun maupun green house. Jumlah pupuk yang dihasilkan tidak begitu banyak, karena jumlah biopori yang tersedia masih terbatas. Untuk mengatasinya, telah dianggarakan pengadaan biopori pada semester yang akan datang baik dari dana BOS maupun Komite.

  1. Komposter

Kader komposter bertanggung jawab atas pengelolaan sampah organik pada tong komposter. Mereka mengawasi pengumpulan sampah organik (berupa dedaunan, sisa makanan, sisa canang dan bunga ) yang masuk ke komposter, menambah bio aktivator yang berperan dalam pembusukan, serta memanen pupuk cair dan padatnya. Pencatatan dilakukan pada tiap panen, sehingga diketahui jumlah pupuk yang dihasilkan. Rata – rata pupuk cair yang dihasilkan per sekali panen adalah 2 jerigen ( 10 liter ). Pupuk akan digunakan pada kebun kelas dan green house. Jika terdapat kelebihan pupuk, akan dijual kepada anggota paguyuban maupun masyarakat. Hasil penjualannya akan digunakan membeli bibit tanaman kembali. Terdapat 2 tong komposter di sekolah kami, yang biasanya dipanen 3-4 minggu sekali.

  1. Bank Sampah

Kader pemilahan sampah merupakan kader dengan tugas paling berat. Karena dalam pelaksanannya, mereka akan mengawasi pembuangan sampah yang harus sesuai dengan tong sampah terpilah. Tong sampah anorganik kami diberi label sampah kertas, sampah kemasan snack, sampah botol plastik, dan sampah gelas plastik. Label ini dibuat berdasarkan jenis sampah terbanyak yang dihasilkan tiap hari. Kader ini paling banyak anggotanya, yaitu 10 orang di masing – masing kelas. Kader wajib mengedukasi kawannya bahwa sampah yang terpilah memiliki nilai ekonomis lebih tinggi jika dijual ke bank sampah. Sampah yang telah terpilah dikumpulkan di gudang, beberapa dapat dimanfaatkan kembali ( seperti botol dan gelas plastic yang digunakan untuk pot dan botol penampung pupuk serta ekoenzim ). Sisanya yang tidak dapat diolah di sekolah dijual ke bank sampah dan hasilnya digunakan untuk membeli reward bagi siswa yang memiliki tabungan sampah terbanyak.

  1. Ekoenzim

Kader ekoenzim bertugas hampir sama dengan kader komposter, namun masa panen ekoenzim lebih lama yaitu 3 bulan. Ekoenzim dibuat dari sampah sisa kulit buah yang dicampurkan molase dan air dengan perbandingan 3: 1 : 10. Kulit buah dihasilkan dari kegiatan hari makan buah bersama yang diadakan tiap minggu. Ekoenzim ini dimanfaatkan untuk cairan disinfektan, penghilang bau tak sedap, serta pembersih lantai dan kaca. Jika terdapat kelebihan hasil panen, maka siswa akan menempatkan ekoenzim ke dalam botol – botol serta dijual pada paguyuban dan masyarakat.

  1. Minyak Jelantah

Program baru yang kami dapatkan pada pelatihan kedua tahun ini adalah pengelolaan minyak jelantah menjadi lilin dan sabun, serta mengolah limbah kaca menjadi barang berguna. Dari ke tiga kegiatan tersebut, kami memilih mempraktikkan pembuatan lilin untuk mengatasi limbah minyak jelantah yang dihasilkan di rumah. Jadi ruang lingkup program kami menjadi semakin luas saat ini, yakni bukan hanya mengelola sampah di sekolah, tapi juga sampah yang dihasilkan di rumah. Kader minyak jelantah bertugas mengumpulkan minyak jelantah yang dihasilkan di rumah tangga siswa per kelas, dan pada akhir bulan akan diadakan aksi pembuatan lilin aromaterapi. Kegiatan ini dibantu oleh mahasiswa dari Kampus Merdeka. Lilin yang dihasilkan akan dikumpulkan dan akan dipamerkan ataupun dijual saat acara puncak hasil karya P5 siswa di akhir semester.

  1. Kendala yang dihadapi

Dalam pelaksanaan kegiatan ini, kendala yang paling menonjol dihadapi oleh kader pemilah sampah anorganik, di mana para siswa terutama siswa kelas rendah masih kesulitan membuang sampah pada tempat sampah yang sesuai jenisnya. Diperlukan edukasi berkelanjutan untuk membiasakan hal ini.

Kendala lain adalah banyaknya kegiatan yang dilaksanakan di sekolah seperti lomba – lomba, terbatasnya personal, maupun terbatasnya hari efektif karena hari raya keagamaan yang mengakibatkan sekolah kesulitan menentukan jadwal operasional bank sampah, namun masih dapat diatasi karena sampah tersebut dapat dimanfaatkan kembali di kebun, sebagai wadah pupuk dan ekoenzim.

 

  1. Dampak yang diperoleh dari kegiatan ini

Kegiatan ini sangat berdampak bagi perubahan perilaku tidak hanya bagi siswa, tetapi juga bagi guru, maupun seluruh keluarga besar SDN 19 Dauh Puri di dalam pemahamannya dan kecintaannya terhadap pelestarian lingkungan, pengolahan sampah berbasis sumber, serta pemanfaatan barang bekas menjadi barang yang berguna. Begitu juga pupuk serta cairan pembersih telah dapat diproduksi sendiri sehingga menghemat pengeluaran, serta tingkat keamannnya sangat terjaga karena semua berasal dari bahan organik. Selain itu, siswa memperoleh pengetahuan baru yaitu cara mengolah minyak jelantah sebagai salah satu limbah yang mencemari lingkungan, menjadi lilin aromaterpi yang bernilai ekonomis.

         

  1. Simpulan

 

Melalui pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa penerapan program BiKom-BE Plus dalam P5 Kewirausahaan di SDN 19 Dauh Puri telah memberikan dampak positif bagi seluruh lapisan. Selain peningkatan literasi, numerasi, dan karakter, ekonomi sirkular juga telah diterapkan secara langsung, sehingga menambah wawasan siswa mengenai cara hidup yang bersahaja dan selaras dengan Tri Hita Karana. Pengetahuan yang telah mereka miliki sebelumnya mengenai penolahan sampah organik (biopori, komposter dan ekoenzim) serta pengolahan sampah anorganik ( melalui bank sampah ) kini telah bertambah yaitu pengolahan limbah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi yang bernilai ekonomis.

Antusiasme siswa kian bertambah ketika mereka  menyiapkan pameran P5nya di akhir semester nanti. Pameran ini akan dipenuhi oleh bukti nyata kecintaan mereka terhadap kelestarian ibu pertiwi berupa lilin aroma terapi, pupuk, cairan ekoenzim, serta hasil panen kebun organik yang dapat dijual saat pameran. Tentu saja dengan penerapan sirkular ekonomi, dipetik pembelajaran bahwa tidak semua barang bekas harus dibuang, namun dapat dimanfaatkan kembali dengan cara pengolahan yang tepat.

Dengan pengetahuan ini, siswa diharapkan memiliki bekal wawasan dan keterampilan untuk menjadi pribadi yang inovatif, kreatif, dan mandiri serta mampu menciptakan cara – cara menarik lainnya dalam menyikapi sampah di masa mendatang.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

https://dokumen.tips/documents/contoh-esai-ilmiah-populer.html?page=1

 

https://guruinovatif.id/@luqmanulhakim12/mengenal-p5-dalam-kurikulum-merdeka-dan-contoh-penerapannya

 

https://guruinovatif.id/@luqmanulhakim12/mengenal-p5-dalam-kurikulum-merdeka-dan-contoh-penerapannya




Share This Post To :

Kembali ke Atas

Artikel Lainnya :





   Kembali ke Atas